Tebing Breksi kembali menjadi ruang hidup bagi seni dan budaya. Pada 18 Desember 2025, sebuah pertunjukan seni kontemporer bertajuk “Libreto Mantra” sukses dipentaskan di kawasan Tebing Breksi, menghadirkan pengalaman artistik yang memadukan seni tari, musik, teater, dan tata cahaya dalam satu kesatuan pertunjukan yang kuat dan memikat.
Kata libreto bermakna teks atau naskah, sementara mantra adalah rangkaian kata yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual berupa doa atau pujian. Dari pengertian tersebut, Libreto Mantra dimaknai sebagai naskah doa yang disampaikan melalui bahasa seni pertunjukan.
Tema ini diangkat sebagai refleksi atas kondisi alam dan kehidupan yang kian memprihatinkan. Melalui pendekatan seni kontemporer, pertunjukan ini menjadi medium doa, perenungan, sekaligus ajakan untuk merawat dan meruwat Ibu Pertiwi—bumi yang menjadi sumber kehidupan bersama.

Tebing Breksi sebagai Panggung Alam
Dipentaskan di ruang terbuka Tebing Breksi, pertunjukan Libreto Mantra memperoleh dimensi visual dan spiritual yang semakin kuat. Dinding tebing yang megah berpadu dengan tata cahaya artistik, komposisi musik, dan gerak para penampil, menciptakan atmosfer magis yang sulit dilupakan.

Penonton yang hadir tampak sangat antusias dan terkesan. Banyak di antaranya mengungkapkan kekaguman atas keberanian konsep dan kualitas artistik pertunjukan ini. Secara keseluruhan, pementasan berjalan lancar, tertib, dan sukses, sekaligus mempertegas Tebing Breksi sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga ruang ekspresi seni dan budaya berkualitas.
Ruang Kreatif yang Terus Hidup
Kesuksesan pementasan perdana Libreto Mantra di Tebing Breksi menjadi bukti bahwa kawasan ini sangat potensial sebagai panggung seni pertunjukan berskala nasional maupun internasional. Ke depan, pertunjukan ini direncanakan akan hadir kembali di lokasi lain, membawa semangat doa dan kesadaran lingkungan kepada ruang-ruang alam yang berbeda.
Tebing Breksi terus membuka diri sebagai ruang kreatif, ruang budaya, dan ruang dialog antara manusia, seni, dan alam—menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga bermakna.
kami sangat berterima kasih dengan team berjalannya acara Libreto Mantra
Penasihat : Rudhito Widagdo
Pimpinan Produksi : Sigit Sugito
Sekretaris Produksi : Anastasia
Bendahara Produksi : Dr. (Cand) Arya Ariyanto, SE., M.Par.
Usaha Dana : M. Rum Suseno
Naskah : Joko Santosa
Sutradara : Nano Asmorodono
Art Director : Bimo Wiwohatmo
Koordinator Artistik : Isti Muryani
Stage Manager : Wiji Jhoe
Penata Tari & Kostum : Muia Sudharto
Penata Musik : Pardiman Joyonegoro, Dr. Memet Chairul S.
Penata Cahaya : Eko Sulkan
Penata Panggung : Ujang
Sound Efek : Izumi Nagano
Crew Artistik : B’Djo Ludiro, Ardian Krisna, Ayin
Penerima Tamu : Rina Nikandaru, Padmini Karyanti, Bambang Haryani
Penanggungjawab Tempat dan Perlengkapan :
Kholiq, Putri Maharani, Andriyawan




Recent Comments