Pagi ini Kamis, 19 Juni 2025, suasana di kawasan Tebing Breksi terasa berbeda. Sejak matahari mulai menampakkan sinarnya, para pelaku wisata dari berbagai elemen sudah berkumpul dengan semangat tinggi untuk mengikuti kegiatan rutin yang sangat berarti: Grebeg Sampah. Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih saja, melainkan sebuah bentuk nyata dari semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian dan kenyamanan destinasi wisata yang sudah menjadi kebanggaan masyarakat.

Grebeg Sampah: Wujud Cinta pada Lingkungan dan Wisata

Grebeg Sampah di Tebing Breksi telah menjadi agenda bulanan yang melibatkan semua unsur pelaku wisata di area ini. Mulai dari pengelola wisata, pengusaha jip wisata, pelaku UMKM kuliner dan restoran, pemilik lapak, hingga pelaku jasa foto seperti Enliven — semua turun tangan langsung tanpa terkecuali.

Mereka bekerja bahu-membahu, tidak hanya memungut sampah, tetapi juga memastikan bahwa setiap sudut kawasan wisata ini tetap bersih, indah, dan nyaman untuk dikunjungi. Dari pintu masuk utama hingga ke area belakang tebing, seluruh area menjadi fokus perhatian dalam kegiatan kali ini.

Fokus Pembenahan Jalan: Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Bagi Wisatawan

Yang berbeda dari Grebeg Sampah kali ini adalah fokus tambahan pada perbaikan akses jalan menuju kawasan Tebing Breksi. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, jalan yang berlubang tentu menjadi perhatian serius. Tak hanya berpotensi mengganggu kenyamanan perjalanan, kondisi jalan yang rusak juga bisa membahayakan.

Dengan penuh kesadaran akan pentingnya akses yang layak, para pengelola bersama pelaku wisata melakukan penambalan lubang-lubang jalan menggunakan coral dan urug.

Hal ini menjadi bukti bahwa meskipun proyek perbaikan jalan dari pemerintah provinsi dari jalur Prambanan-Gayamharjo belum selesai, dan jalan ini menjadi salah satu dampak kerusakan yang menjadi berlubang karena menjadi jalur akses kendaraan-kendaraan berat. Kami berinisiatif dan tidak diam saja melakukan tindakan nyata untuk meminimalisir dampak buruk jalan rusak terhadap pengalaman wisatawan.

Setelah serangkaian upaya bersama, kini jalan yang semula berlubang hari ini teratasi tanggal 19 Juni 2025. Jalan menuju Tebing Breksi kini nyaman untuk dilalui daripada kemarin. Setiap lubang yang dulunya mengganggu perjalanan kini sudah tertutupi dengan material yang tepat, menjadikan jalur ini lebih rata dan mudah diakses oleh semua kendaraan.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari semangat gotong royong yang telah menggerakkan seluruh pihak untuk bergerak bersama. Dari para pengemudi jip wisata yang siap menabur coral, enliven, Pengelola wisata, kuliner dan lapak yang sigap membantu menguruk tanah, semuanya bekerja dengan satu tujuan: memastikan bahwa jalan menuju destinasi ini layak untuk setiap wisatawan yang datang. Kali ini, Gotong royong bekerjasama dengan pelaksana proyek jalan yang ikut serta membantu perataan coral dan urug dengan alat berat.

Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya soal bersih-bersih atau menambal jalan. Ini adalah tentang jiwa gotong royong yang begitu kuat di antara komunitas pelaku wisata Tebing Breksi. Mereka memahami bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kenyamanan dan kesan yang dibawa pulang oleh para pengunjung.

Semangat untuk saling membantu, tanpa pamrih, demi kemajuan bersama, adalah nilai yang terus dijaga dan diwariskan di sini. Tak ada sekat antara pengelola, pedagang, atau pengemudi jip. Semua merasa memiliki Tebing Breksi, dan semua siap berkorban untuk menjaganya.

Harapan: Wisatawan Semakin Nyaman dan Ingin Kembali Lagi

Dengan adanya kegiatan seperti ini, besar harapan kami agar para wisatawan yang datang ke Tebing Breksi merasa lebih nyaman, aman, dan berkesan. Kami ingin mereka pulang dengan cerita positif, dan suatu saat kembali lagi membawa keluarga dan sahabatnya.

Kami juga ingin menunjukkan bahwa di balik megahnya tebing batu yang menjadi ikon, ada sekelompok orang yang bekerja keras dan dengan tulus menjaga kawasan ini agar tetap lestari, bersih, dan layak dikunjungi kapan pun.

 

Proses Pengurukan

Proses Pengurukan

Proses pemerataan tanah

Alat mempercepat pemadatan dan perataan

Penempatan Batu / Coral

Penataan Batu / Coral pada lubang